Photobucket

Saturday

jangan berbangga

terus menyelami...
"kak hari ni saya ada test mmanah,praktikel.tolong doakan saya ye,mudah2 dapat score tinggi,tak pun boleh la lepas test...insyaalah.sebab sebelum ni,waktu training,selalu tersasar,selalu dapat colure hijau,takut juga banyak tak kena ari ni huhu..."

"insyaalah,dah banyak training kan,boleh tu..."

tak tau boleh ke tak nak score untuk praktikel ni,sebab sebelum ni aku cuba brkali2 target the main point,tapi tiap kali itu anak panah ku tersasar ke poin merah.dalam memanah papan sasaran itu dibahagikan beberapa bahagian.dan setiap bahagian itu mewakili point.kuning merupakan the main poin dan provide mar yg maksimum.colure hijau tidak termasuk dalam pembahagian,tapi selalu dirujuk untuk anak panah yang tersasar keluar dari papan sasaran.ringkasnya jatuh ke tanah la,capert hijau.alhamdulillah,sepanjang training dapat diimprove target,sampai waktu praktikel tidak ada lagi anak panah yang tersasar kluar carpet hijau.

praktikel petang itu sedikit mengalami kesulitan.hujan agak sedikit lebat,aku terlewat kerana menunggu hujan redah.jarak dari hostel ke padang minden USM pun lebih kurang jauhnya.dari hujung dunia menuju ke hujung dunia...usm la.sampai2 kena tegur oleh trainer kerana datang sedikit lewat.aku tidak sempat training sebelum praktikel.agak sedikit kelangkabut dan kurang bersedia.tawakal sahaj yang diasa.

round 1st,alhamdulillah semua masuk pada papan sasaran,namun tak kena pada main point,hanya seinci lagi.panaan seterusnya...seterusnya dan seterusnya...alhamdulillah 3x round kenpa pada main point....panaan yang terakhir,kuniatkan itu adalah hatiku,dengan lafaz ALLAH ku panah panah hatiku dengan kalimahNYA...hasilnya...hatikku terpanah pada pengumuman markah...alhamdulillah aku satu2nya student girl dalam kelompok itu yang mendapat score tertinggi....160/200,40 mata lagi

selesai praktikal,menjadi kebiasaan,masing2 bertanya markah.aku menidamkan diri,kerana sedar syaitan pasti mengambil peluang.namun cuba kurenung pencapaian ku...

aku menggrakkan tangan,mengangkat busur panah dengan berat yang sedikit mengegarkan pergelangan tangan.hanya focus sbg usaha,selebihnya kemana panah itu menghala adalah ketentuan Allah.160 mata....genap,tepat2....sudah pasti bukan dariku....jika aku target legih tinggi lagi daripada itu,pasti hanya mungkin yang aku janjikkan sedang yang mengizinkannya adalah ALLAH

"dapat berapa?" tanya seorang sahabat

"Alhamdulillah,Allah bagi 160" hanya senyuman yang kulempar,harap si sahabat sedar,apa yang diperoleh bukan dari diri sendiri.

memang benar,itu adalah pembrian ALLAH.tiada apa didunia ini adalah milik kita.smuanya adalah atas pinjamannya.bila tiba saat itu,jasad sudah terkubur bersama tanah,hanya jiwa,roh,akal,dan nafsuh dibawa bersama menghadap ALLAH...bagaimana kita menjaga keempat2 elemant ini? bagaimana rasanya kondisi kesemuanya yang perlu kita hadapkan kepada ALLAH...

jestru untuk apa kita berbangga dengan apa yang ada pada kita.sedang sebelum ia ada,ia adalah tidak ada,yang mengadakan itu adalah DIA yang QIDAM,BAQA...

"...sesungguhnya,penciptaan langit dan bumi itu adalah lebih besar daripada penciptaan manusia,akan tetapi kebanyakkan manusia tidak mengetahui..." al-mukmin 40:57

kita jarang untuk merenung akan penciptaanNYA.walhal disbalik kejadian yang walau hanya secarik pada kehidupan punya mesej2 tertentu dari ALLAH.tersadung kaki pada sebuah batu,terlihat semut yang terkapai2 menunggu ajal,melihat si bayi tersenyum riang,merenung prgeraka awan,menikmati hembusan bayu sehari2....bahkan pergerakkan jari jemari untuk mencapai sesuatu...semuanya adalah atas printahNYA...sungguh taat semua unsur2 ini pada yang menjadikan mereka.

bila proleh sesuatu,sungguh kembang hati si penerima akan anugerah itu.bukan kembang kerana syukurnya,namun kembang,bangga kerana dia istimewa,bijak,hebat dirasa dirinya hingga mencapai ketahap itu.sdang pemberian itu hanya satu ujian bagi kita.ALLAH memberi,dan yang dilihatNYA adalah rasa yang timbul dihati si penerima,adakah sekelumit rasa syukur pada jiwa hamba itu,atau kufur pada jiwa hamba itu

bicara golongan sufi pada hiup mereka sehari2an

"bagaimana kau perlakukan dirimu" tanya seorang sheikh pada seorang muridnya

"bila ku mnmukan sesuatu aku bersyukur pada ALLAH,dan bila tidak aku brsabar" imam tarekat sheikh Buhaunuddin

"itu terlalu mudah.caranya bagimu adalah membebani egomu sdan mengujinya.bila ia kehilangan makanan selama seminggu,kau harus mampu menjaganya agar tetap mematuhimu"

insyaalah,diberi kekuatan dalam bermujahada.

Friday

antara 2 pilihan....



antara 2 pilihan,mana yg perlu ku pilih...

antara suluk dengan tamrin mana yang perlu kupilih.pandangan mereka mengatakan,suluk proses pembersihan jiwa,menumpu jiwa secara total pada Allah,jesteru hasil pembersihan jiwa akan membentuk keperihatina pada dunia seluruhnya,bukan kerana cinta dunia namun sebagai bukti cinta pada Allah.

mereka katakan tamrin adalah membentuk jiwa seorang daie,dengan segala methode muhasabah yang awalnya meruntuhkan kemudiannya membangunkan lagi dengan input dan semangat yang baru.mereka kata tamrin itu adalah walaq pada pimpinan....walaq pada pimpinan yang mengikut yang masih berpegang teguh pada tali Allah dan Rasulnya bererti walaq pada Allah

itu kata mereka,dan aku yang mengaku si salik yang telah menemui satu jalan yang cukup sinonim dengan jiwa ku mengatakan...mereka hanya menurut.jiwa ku pada Allah,jiwaku pada suluk.suluk yang membersihkan hati dan rohani.walau hijab rohani itu belum ku tembusi namun tenang bersama mereka yang hampir padanya.

antara dua pilihan yang mana satu akan ku pilih?

"dah lupakan kami ye" bicara seorang abang pada lewat YM...tidak sama sekali,bahkan hati ini sering memikirkan kalian sebagai saudara yang dikurniakan talian darah oleh Allah,mana mungkin dilupa begitu sahaja.bagaimana harus dijelaskan...tolong beri kesempatan diri untuk menghirup cintanya dengan tenang...tolong diberi peluang untuk diri memenuhkan kalimah2nya dijiwa dengan tenang.hari yang semakin sibuk dengan kaki yang bagai tidak sempat untuk mengejar segala masa untuk bersamaNYA.atas kesibukan itu,mereka merasa tersisih,mereka diluar sana terus bertanya,kemana menghilang.apa perlu ku jelaskan.ingin sahaja ku katakan 'mari kesini,disini aku menghilang'....tiada kata yang banyak perlu ku suarakan,membawa sahaja mereka ke taman syurga yang sering melaungkan zikir,pasti jiwa mereka juga akan terkunci enggan lepas lagi.namun aku hargai keperihatinan mereka,dan dalam masa yang sama itu adalah tarbiyyah dari Allah.menguji setelah memberi,memantapkan setelah mengisi.ya sungguh indah perjalanan ini

antara dua pilihan yang mana satu perlu kupilih?

jiwa ku sering hanyut membaca perjalanan rohani para ahli sufi,kata2 mereka yang sungguh dalam punya maksud yang juga sungguh dalam.akhlak yang sukar dicapai oleh kebanyakkan insan dan hamba Allah.fitrah insan ku sering mendamba kehadiran bersama golongan ini,lantas sering sahaja memasukkan diri pada persoalan hidup mereka.memikirkan bagaimana mereka membawa jiwa mereka melalui kehidupan ini....sufi aggung, imam tarekat sheikh buhaunuddin an-naqsayabandy,sungguh pencinta rasulullah yang setia,hingga membentuk peribadinya sbg awliyya.aku hanyut dalam kisah2 mereka,membungkus gumpalan rindu yang tersekat.aku melihat buku ilmiah ku,lantas teringatkan ibu ayah dirumah...wahai ibu ayah andainya kalian seperti ibu bapa di zaman tabie'tabien pasti ku memohon izin mengembara mencari jejak2 para pewaris Rasul,ingin sahaja ku nyatakan namun takut jiwa kalian terhiris oleh hasrat seorang anak yang telah kalian bela hingga sampai keperingkat menara gading ini.namun disebalik kesedihan ini,Allah hadirkan pandangan hidup yg tidak terbatas walaupun aku berada dalam bidang yg bukan saluran rohaniku.

jesteru antara dua pilihan,aku memilih kedua2nya...dengan satu niat...illahi anta maksudi waridha ka matlubi (TUHAN ENGKAULAH Y AKU MAKSUDKAN,REDHA MU LA YANG KU MAU)

nikah???

ramai sahabat yang telah bertemu jodoh.ada yang muda dari ku dan perkara biasa yang lebih senior dariku.sensitif ke perkara ni?

"perjalanan masih jauh,abaikan dahulu" ya memang masih teramat jauh,tidak nampak titik penghujungnya,mungkin jauh dan mungkin dekat,bahkan mungkin selepas dan setelah ini.akhirnya entah bila.namun yang pasti,hari itu akan tiba.

pernah ku terfikir ingin interview seorang sahabat yang baru berumahtangga,lebih muda dariku.bagaimana pandangannya setelah berumahtangga.beliau seorang yang agak aktif dalam gerakkan mahasiswa islam.namun ada khabar yang mengatakan,orang dah kahwin mesti futur,senyap...

alhamdulillah diberi kesempatan untuk berbicara dengan beliau.dari tutur bicaranya,terdetik di dalam hati,memang layak dirinya telah berumahtangga,pemikirannya sungguh matang."suami ana kata,tak semstinya kita bergerak di kampus itu baru dikatakan berjuang.diamana2 kita boleh berjuang.diaman ada pertembungan yang hak dan batil disitulah harus kita berjuang.rumahtangga juga adalah perjuangan"

"memang ramai sahabat yang mengatakan ana futur,tapi biaralah masing2 punya pandangan"

ya benar.aku setujuh,perjuangan pada konteks pemikiran masing2 asalakan tidak bertentangan dengan apa yg disyariatkan dan bahkan adanya niat dalam menegakkah syariat islam jika tidak pun mempertahankannya.
bukan soal perjuangan yg ingin disentuh disini.insyaalah pandangan soal kahwin.satu kejutan berita dari insan terdekat dan rapat dengan penulis.mungkin itu sedikit privete.namun berita itu sedikit menganggu jiwa.apa2 pun,satu nasihat yg berguna"perjalanan masih jauh"
terbayang adik2 dirumah,mak ayah,sanak saudara,orang kampung,sahabat,masyarakat malaysia,dunia dan seenteronya...huh! satu keluhan yang tidak berkesudahan.
diri belum cukup mantap dari segi pentarbiyyahan untuk menjaga kalimah Allah di lubuk hati.keluarga yg jauh disana,sering dibayangkan kehidupan mereka.bagaimana?

mahasiswa yang terdedah dengan persekitaran yang cukup mecabar,dalam masa yg sama diberi pengisian sesuai dengan cabaran dihadapan.perlu rasanya pulang kepangkuan keluarga untuk disalurkan apa yg sudah sebati dalam diri yg dikira mampu menjana kehambaan pada sang kahalik,harus juga diberi pada sang keluarga.

cetusan idea ini timbul setelah membaca coretan dari blog seorang sahabat.lali kita dengar,ya lumrah manusia.namun jika terus difikirkan,takut matlamat tersasar."perkara ni sudah tercatat di loh mahfuzNYA,biarkan ianya berlaku dengan sendiri.Allah bakal mengurusnya" satu untaian ringkas dari seorang sahabat.

apa2 pun...pandangan peribadi,alangkah indah jika alam itu bisa ku tembusi,tingkat itu mampu kucapai.pasti rasa yg dirasa oleh Rabiatul Al-Adawiyah juga mampu kurasakan.pasti tiada lagi angan2 indah dunia,yg ada cuma kerinduan bertemu dengan sang khalik.pengembaraan dengan si salik cukup indah bagiku,tidak mau kufikir lagi soal dunia,sungguh menyeksakan apatah lagi soal ini.

namun...nikah sunnah Rasul...insyaalah biarkan ia berlaku dengan sendirinya.cukuplah meningkatkan diri demi menggapai redaNYA.itulebih indah dari perkahwinan...insyallah